22 Juni 2013

Cara Mengatasi Murai Batu Kegemukan dan Malas Berkicau

 Cara Mengatasi Murai Batu Kegemukan dan Malas Berkicau

Diyakini bila Murai batu terlalu gemuk maka efek sampingnya adalah burung jadi malas berkicau dan suaranya pun kecil, untuk itu kicau mania berharap bisa memiliki murai batu yang ramping, panjang dan Proporsional - dalam artian sesuai besarnya kepala, leher dan bodinya. Biasanya burung dapat kegemukan bila kelebihan EF yang mana kelebihan itu bisa terjadi saat burung menjalani masa mabung atau ganti bulu. Karena saat mabung, burung membutuhkan banyak asupan nutrisi untuk segera mengganti bulu bulu yang sudah rusak dengan bulu bulu baru yang halus dan bagus maka banyak kicau mania yang menggelontor jor joran EF secara berlebihan setiap hari, sementara dalam masa mabung burung sangat jarang di jemur. 

Burung yang sering kegemukan dalam masa mabung/rontok bulu adalah : Cendet, Kacer, Cucak Ijo, Murai Batu, Kenari dan berbagai burung kicauan lainnya.
Karena asupan makanan yang berlebihan itu tadi, Murai Batu menjadi gemuk dan malas berbunyi, Cara Mengatasi Burung Kegemukan adalah :
  • Kembalikan porsi makan ke porsi sebelum mabung
  • Tingkatkan pemandian dan penjemuran hingga benar benar puas, karena dengan penjemuran yang cukup akan banyak energi dan lemak yang terbakar sehingga burung lama lama akan menjadi kurus. selain itu dengan penjemuran yang cukup diyakini juga mampu meningkatkan volume kicauan karena memiliki nafas yang panjang dan kuat.
  • EF yang paling banyak memberi pengaruh efek gemuk adalah Ulat Hongkong dan Kroto, mengganti EF dengan Jangkrik dan Ulat Kandang saja diyakini beberapa kicau mania bisa menghindari burung dari kegemukan.
Kesimpulan : Kunci untuk mengatasi Murai Batu kegemukan adalah 2, yaitu memberikan EF yang memadai dan melakukan penjemuran yang cukup hingga berlebihan yaitu dari pagi jam 7 hingga pukul 2 siang. Demikian seterusnya... 
BACA SELENGKAPNYA...»Â»Cara Mengatasi Murai Batu Kegemukan dan Malas Berkicau >

Mengenali Ciri-ciri Dari Murai Batu Yang Siap Lomba

 
Mengenali Ciri-ciri Dari Murai Batu Yang Siap Untuk Lomba

Murai batu ( copychus malabaricus) adalah salah satu keluarga dari jenis Turdidae atau sikatan dan jenis ini termasuk salah satu jenis burung yang mampu berkicau dengan merdu, berirama dan penuh variasi dengan suaranya yang khas.

Tidak hanya itu murai batu juga dikenal karena gayanya yang atraktif dan memukau terlebih dengan naluri tempurnya yang selalu berkobar kobar.

Murai batu yang sudah siap dilombakan bisa dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut :
  • Usia harus sudah mapan, dengan begitu mentalnya pun bisa stabil dan sifat fighternya tinggi, usia yang siap lomba minimal 2 tahun
  • Gayanya yang mulai ngeplay dengan kepala keatas penuh kewaspadaan, energik dan sangat sensitif terhadap suara suara yang mengganggu,
  • Murai Batu lebih dominan dengan suara yang berulang (ngeban) dengan intonasi yang kuat, keras sampai terlihat tubuhnya bergetar sewaktu berbunyi.
  • Murai Batu terdengar rajin mengeluarkan suara suara isian dengan intonasi keras saat mendengar suara suara aneh.
  • Murai batu terbiasa dengan suasana keramaian, karena seperti halnya kacer ada juga muray batu yang gacor dirumah tetapi begitu dibawa ke lapangan malah membisu tidak mau bunyi.
  • Bentuk fisik terlihat proporsional, tidak gemuk dan tidak kurus.
  • Murai batu sudah terbiasa dibawa trek dengan burung murai lainnya dengan jumlah lebih dari tiga burung, agar burung tidak demam panggung begitu dibawa ke arena lomba dengan peserta yang banyak dan juga tidak terlalu galak.
  • Kotoran yang terlihat kecil dan kering, serta sering disertai adanya muntahan kering bekas makanannya.
Dengan melihat ciri-ciri dan kondisi seperti diatas, burung murai batu bisa dikatakan sudah siap untuk dibawa ke lapangan, mengenai aksi dan penampilannya tentu saja tergantung dari rawatan kita.
BACA SELENGKAPNYA...»Â»Mengenali Ciri-ciri Dari Murai Batu Yang Siap Lomba >

21 Juni 2013

Permasalahan Umum Penangkaran Murai Batu

 
Permasalahan Umum Penangkaran Murai Batu

Artikel ini saya sajikan sekedar untuk sharing buat rekan-rekan hobies yang sedang menangkarkan Murai Batu. Dari berbagai sumber dan referensi, saya coba menyimpulkan bahwa ternyata banyak sekali permasalahan yang sifatnya umum dalam penangkaran MB.
Di bawah ini adalah permasalahan yang dimaksud.

1. Perubahan suhu udara.
Ada kecenderungan, salah satu atau kedua indukan MB yang akan ditangkar adalah MB rawatan yang awalnya rutin ditempatkan di dalam ruangan dan kemudian dipindahkan ke kandang ternak untuk ditangkar yang umumnya ada di luar ruangan (tempat terbuka).
Perbedaan suhu udara di siang dan malam hari antara di luar ruangan dan di dalam ruangan sangat substansial. Perubahan suhu ini bisa memicu MB untuk memasuki masa mabung. Proses mabung ini cenderung tidak normal dan sering diistilahkan sebagai mabung palsu atau nyulam, sebab si MB hanya mengalami sebagian kecil saja kerontokan bulunya. Kejadian ini bisa menggangu siklus hormonal tahunan yang umumnya terdapat pada MB.
Secara tidak langsung, hal ini juga akan mengganggu proses penangkaran dan solusi yang terbaik adalah membuat indukan MB untuk bisa beradaptasi terlebih dahulu dengan suhu luar ruangan baik di siang maupun malam hari untuk beberapa waktu sebelum dilakukan proses penangkaran.

2. Ketersediaan Pakan.
Pakan, khususnya Extra Fooding (Live Food) seperti jangkrik, cacing dan kroto yang diberikan secara terbatas, cenderung akan berpengaruh buruk terhadap proses perkembangbiakan MB. Secara naluriah, MB hanya akan berkembang biak dan membesarkan anakanya jika kondisi ketersediaan pakan mencukupi.
Solusi untuk permasalahan ini, berilah EF secara melimpah selama proses penangkaran dilakukan.

3. Indukan Jantan yang terlalu Dominan
Indukan jantan yang terlalu dominan (penguasa) memiliki resiko tinggi untuk membunuh pasangan betinanya. Pejantan tangguh seperti ini biasanya adalah pejantan responsif, dan bermental tempur tinggi. Waspadai proses penjodohan jika anda memiliki penjantan tangguh, jangan sampai si betina menjadi korban pembantaiannya.

4. Pernikahan Dini.
Penjodohan yang baik adalah jika si Jantan dan betina sudah dianggap siap untuk kawin. Salah satu ciri bahwa penjodohan sudah siap adalah jika si betina mau berkicau jika didekatkan si jantan dan demikian juga sebaliknya, si jantan akan berkicau dengan suara lirih (merayu) jika didekatkan dengan betina.
Jika terlalu cepat dijodohkan, bisa saja mereka mau membuat sarang, tapi tidak akan segera bertelur.

5. Kehadiran MB atau Pasangan Lain.
Sebagian besar MB akan merasa terganggu dengan kehadiran MB lain, sebab MB memiliki karakter teritorial sebagaimana sifat alamiahnya. Jika sifat alamiah ini masih kental melekat pada si MB, jantan dan betinanya akan menghentikan proses reproduksi, termasuk membuang atau memakan sendiri telur dan bahkan membunuh anakannya, jika merasa terganggu dengan kehadiran atau kicauan MB lain. Solusi terbaik untuk pasangan MB seperti ini adalah menangkarkannya secara solitaire.

6. Penempatan Kandang.
Kandang penangkaran yang baik adalah kandang yang bisa terkena paparan sinar matahari secara langsung. Tapi, perlu juga diwaspadai, jangan sampai berlebihan. Berilah sedikit tempat peneduh agar si MB bisa terlindungi dari sengatan sinar matahari di siang hari. Suhu yang terlalu tinggi juga bisa menghambat proses reproduksi pada MB.

7. Suasana Kandang.
Sebagian besar pasangan MB membutuhkan ketenangan selama proses reproduksi. Seringnya orang berlalu lalang, binatang predator (Tom and Jerry) terlihat dengan jelas oleh indukan, suasana bising (suara orang teriak, suara dapur, dll) dan terlalu sering melakukan pengintaian (memeriksa jumlah telur dan memeriksa jumlah anak yang menetas) akan membuat MB menjadi mudah stress dan mengganggu proses reproduksi.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi calon breeder MB...
BACA SELENGKAPNYA...»Â»Permasalahan Umum Penangkaran Murai Batu >

Video Murai Batu Isian Burung Gereja dan Cililin

 
Video Murai Batu Isian Burung Gereja dan Cililin 

Video dari murai baru aceh yang sedang mengeluarkan tembakan burung gereja dan cililin,semoga bisa menginspirasi anda memiliki murai batu seperti ini...

BACA SELENGKAPNYA...»Â»Video Murai Batu Isian Burung Gereja dan Cililin >

Kebutuhan Mandi Pada Murai Batu

 Kebutuhan Mandi Pada Murai Batu

Apakah Murai Batu perlu dimandikan setiap hari.........?????????????? Sama seperti manusia, Murai Batu juga membutuhkan mandi. Selain untuk menyegarkan tubuh, mandi juga berguna untuk menghilangkan kotoran yang mungkin melekat pada bagian tubuh dan juga untuk menjaga tingkat stabilitas suhu tubuh, karena Murai Batu adalah hewan berdarah panas, yaitu hewan yang bisa menyesuaikan suhu tubuhnya Lalu, apakah Murai Batu perlu mandi setiap hari....????? Dialamnya, mandi bisa dikatakan sebagai ritual harian wajib buat sebagian besar Murai Batu. 

Makanya jangan heran, Murai Batu selalu memilih daerah yang memiliki alur sungai sebagai habitatnya. Ini terkait dengan kebutuhan harian akan air baik untuk minum maupun mandi. Kapankah waktu yang tepat untuk memandikan Murai Batu....????? Secara umum, ritual mandi lebih sering dilakukan di pagi hari oleh sebagian besar jenis burung termasuk Murai Batu. 

Hal ini dilakukan karena setelah mandi burung membutuhkan proses penjemuran untuk mengeringkan bulunya. Matahari yang bersinar di pagi hari yang dianggap sehat dan dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme dalam pembentukan vitamin D adalah waktu terbaik buat Murai Batu untuk berjemur ria. Tapi, adakalanya Murai Batu juga bisa mandi di siang atau sore hari. 

Ini lebih cenderung karena kebutuhan di luar yang bersifat rutin. Misalnya di masa kawin dan di masa mabung, pola mandi Murai Batu cenderung mengalami perubahan. Atau pasca Murai Batu mengkonsumsi makanan yang cenderung membuat suhu tubuhnya meningkat, maka mandi adalah solusi terbaik untuk menstabilkan suhu tubuhnya. Perlu juga difahami, ada kondisi-kondisi tertentu yang bahkan membuat Murai Batu cenderung menghindar untuk mandi, misalnya: 1. 

Di masa awal kerontokan bulu pada saat mabung. 2. Di musim hujan, di mana pada saat itu Murai Batu cenderung bersembunyi direrimbunan pohon. Apakah kita bisa memahami kapan waktunya Murai Batu membutuhkan mandi...??? Bisa. Caranya dengan memperhatikan gerak-gerik dan bahas tubuh dari Murai Batu. Muri Batu yang sedang butuh mandi biasanya sering mematuki mangkok air minum bukan untuk minum, tapi seperti sedang memercik-mercikan air yang ada di dalam mangkok minumnya. 

Selain itu, Murai Batu yang butuh mandi juga sering memegarkan bulu di bagian kepala dan dadanya sambil menggoyang-goyangkan badannya seperti sedang membersihakn atau merapikan bulu.
BACA SELENGKAPNYA...»Â»Kebutuhan Mandi Pada Murai Batu >

Fenomena Murai Batu Ekor Hitam

 
Fenomena Murai Batu Ekor Hitam

MB ekor hitam adalah salah satu spesies Murai Batu yang cenderung hanya dijumpai pada wilayah-wilayah tertentu saja, misalnya Nias, Simeulue, dan Kepulauan Mentawai. Secara fisik, MB ini relatif lebih kecil dibandingkan saudaranya yang memiliki ekor putih. Walaupun ada yang bisa moncer di lomba, tapi sebagian besar MB-MB ekor hitam terkesan inferior dibandingkan MB berekor putih. Data statistik, baik di lomba maupun di latberan, jelas terlihat MB-MB ekor putih jauh lebih mendominasi. Demikian juga dengan harga jualnya, MB ekor hitam relatif lebih murah. 

Dari aspek ekonomi, ada kecenderungan bahwa harga berbanding lurus dengan kualitas dan tingkat kepuasan yang didapatkan oleh konsumen. Terlepas dari pemaparan di atas, saat ini sedang terjadi kenaikan permintaan terhadapa MB-MB ekor hitam. Pada saat kebutuhan pasar terhadap MB ekor putih belum bisa dipenuhi, baik dari hasil tangkapan hutan yang cenderung semakin berkurang maupun pasokan dari breeder MB yang juga relatif masih kecil, maka MB-MB ekor hitam bisa dikatakan sebagai sebuah alternatif bagi sebagian hobbies MB. 

 
Selain unggul dari sisi harga, MB-MB ekor hitam juga cenderung mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Mudah untuk diajar ngevoer dan lebih cepat mau berkicau. Permasalahan baru muncul pada saat MB-MB ekor hitam coba untuk dilombakan. Sebagian besar MB-MB ini terlihat keteteran jika dihadapkan dengan MB-MB berekor putih. Kemudian, muncul sebuah pertanyaan. Apakah ada korelasi yang nyata antara warna ekor dengan tingkat keberhasilan seekor MB di lapangan...???? Baik dari sisi mental maupun kicauan. 

Ingat, kita coba bahas variabel warna ekor saja, walaupun sebenarnya ada banyak variabel yang bisa mempengaruhi tingkat keberhasilan MB di lapangan. Fakta juga sudah menunjukkan bahwa ada MB-MB ekor hitam yang bisa moncer, tapi mengapa tingkat keberhasilannya relatif rendah dibandingkan MB-MB berekor putih. Selain itu, kenapa harga pasar dari MB-MB ekor hitam juga relatif lebih murah. Apakah ini sesuai dengan tingkat kepuasan yang diberikan oleh MB ekor hitam...??
BACA SELENGKAPNYA...»Â»Fenomena Murai Batu Ekor Hitam >

18 Juni 2013

Proses Mabung Pada Murai Batu

 Proses Mabung Pada Murai Batu

Mabung adalah proses alamiah yang sering dialami oleh sebagian besar burung berkicau.
Mabung adalah proses pergantian bulu pada burung, di mana si burung akan merontokkan bulu-bulu tuanya secara bertahap, untuk digantikan dengan bulu baru yang akan terlihat lebih rapi dan lebih cerah dibandingkan dengan bulu lama yang akan dirontokannya.

MB adalah salah satu burung berkicau yang juga mengalami proses mabung ini.
Berdasarkan pengalaman pribadi, masa mabung awal dari seekor MB dialamnya adalah pada saat usia 9 bulan. Mabung awal ini dikenal dengan sebutan molting (berganti bulu), karena pada saat itu MB merubah bulu trotolnya menjadi bulu dewasa, sekaligus merontokan sebagian bulu-bulunya.

Tetapi masa molting pada MB hasil ternakan (breeding) akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan MB yang hidup di alam.
Hal ini cenderung diakibatkan adanya perbedaan pola hidup dan pola makan antara MB hasil ternakan dengan MB asli hutan.

Setelah melalui masa molting, MB akan terlihat seperti MB dewasa, di mana warna trotolan sudah tidak terlihat lagi dan baru akan mengalami mabung lagi selang 6 bulan hingga 1 tahun setelah itu. MB yang baru mengalami molting biasanya masih menyisakan tanda-tanda berupa bintik berwarna kecoklatan pada sisi sayapnya.

Masa normal bagi MB mabung, mulai dari jatuh bulu pertama hingga copotnya bulu sayap terakhir, biasanya mencapai waku 3 bulan.
Tapi ada kalanya, masa normal ini lebih lama dari biasanya. Hal ini terjadi pada MB yang mengalami macet mabung, di mana mabungnya terhenti di tengah jalan dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
MB yang seperti ini cenderung sangat tidak sedap untuk dipandang.

Banyak faktor yang bisa menyebabkan MB yang sedang mabung, tiba-tiba prosesnya macet. Penyebab utamanya adalah stress yang tinggi dan juga minimnya asupan nutrisi bagi si MB, sehingga mengganggu proses metabolisme tubuh untuk mabung.

Oleh sebab itu, pada masa mabung sebaiknya MB jangan terlalu banyak diganggu dan sebaiknya diasingkan, agar si MB dapat beristirahat dengan tenang dan tidak mengganggu proses mabungnya.
Makanan dan minuman serta EF harus terjaga ketersediannya dan juga harus diberikan secara konstan, demikian juga dengan kebersihan kandang, karena pada saat mabung, MB berada dalam kondisi rentan kesehatannya.

Tanda-tanda awal yang sering dijumpai pada MB yang akan mengalami proses mabung diantaranya adalah :
1. Bulu yang terlihat kusam.
2. Bulu Ekor yang terlihat pecah-pecah seperti sisir.
3. MB yang sebelumnya rajin berkicau (gacor) menjadi malas berkicau.
4. Pada saat ditrek, MB menjadi tidak maksimal dan bahkan bulu-bulunya bisa terlihat berdiri (ngejabrik).
5. Ada bagian bulu tertentu yang mulai rontok secara alami. Bulu yang rontok ini bisa berupa bulu halus yang berasal dari bagian kepala, bisa juga bulu besar dari bagian sayap atau ekor.

Perlu juga diketahui, MB yang secara rutin mengkonsumsi kroto akan menyebabkan bulu-bulunya terlihat cepat kusam. Selain itu MB ini juga akan mengalami masa mabung yang lebih lama dibandingkan dengan masa normalnya.
Hal ini dikarenakan tingginya zat protein yang terkadung dalam kroto yang menyebabkan peningkatan daya tahan tubuh dan stamina bagi MB, sehingga memperlambat masa mabung.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat MB sedang dalam proses mabung :
1. Sebaiknya full krodong. Selain untuk membuat MB menjadi rileks dan tenang, hal ini juga untuk memudahkan proses pembersihan bulu-bulu yang rontok.
2. Untuk sementara, proses penjemuran dihentikan dulu. Untuk mandi, sebaiknya jangan dipaksakan. Letakkan saja cepuk dalam sangkar agar si MB dapat mandi sendiri didalamnya. Hal ini untuk mengantisipasi adanya perubahan pola atau jadwal mandi bagi MB selama proses mabung. Periksa dan ganti air mandinya jika sudah terpakai.
3. Bagian bulu sayap atau ekor yang rontok, sebaiknya jangan langsung dibersihan dari kandang. Sering kali MB mematuk-matuki bagian bulu ini untuk mengambil zat kalsium yang terkadung dari bulu tersebut untuk membantu proses mabungnya. Tulang sotong bisa juga diberikan buat MB sebagai sumber kalsium yang dibutuhkan pada saat mabung, walaupun sebenarnya kandungan kalsium dalam voer sudah mencukupi.
4. Berikan EF yang dapat membantu proses mabung, sehingga pada saat pasca mabung MB akan terlihat indah dan menarik dengan tampilan bulu barunya. EF terbaik adalah belalang hijau berukuran besar yang banyak terdapat pada tanaman palawija. Carilah belalang hijau yang belum bersayap, selain lunak belalang ini kaya akan protein dan vit. E yang dihasilkan dari daun-daunan palawija yang dimakannya.
Alternatifnya, kondisikan saja jangkrik agar mengkonsumsi kacang panjang dan irisan kunyit.
5. Pada saat MB sedang melakukan proses pertumbuhan bulu, terutama menumbuhkan bulu ekor, itu adalah saat yang optimal untuk dimaster dengan suara-suara isian dari burung lain. Biasanya pada saat tersebut MB sedang rajin-rajinnya ngeriwik.
6. Proses mabung baru berakhir pada saat ekor MB terlihat full tumbuh (dorong) dan bagian bulu sayap dari MB sudah rontok semua, karena sering kali MB menyisakan 1 atau 2 helai bulu sayap (terlihat berwarna kecoklatan). Jika bulu sayap ini sudah rontok dan tumbuh normal, barulah MB menyelesaikan proses mabungnya.

Jika MB anda ternyata mengalami masalah dalam proses mabungnya, atau istilahnya macet, maka silahkan coba tips di bawah ini:
1. Coba tempel dengan MB betina dengan jarak 1 meter selama 1 minggu. Setelah itu singkirkan MB betinanya sejauh mungkin. Tunggu hasilnya, MB akan kembali mabung.
2. Coba dimandikan sampai basah kuyup, jangan dijemur, selang beberapa menit langsung krodong. Lakukan rutin setiap hari sampai gejala mabungnya muncul lagi, setelah itu stop.
3. Perbanyak konsumsi UH, pagi 10 sore 10. Hal ini akan memicu MB merontokkan bulunya karena pengaruh panas dari UH.

Anda boleh melakukan salah satu di antara tips tersebut untuk menghadapai MB yang mengalami macet mabung.
BACA SELENGKAPNYA...»Â»Proses Mabung Pada Murai Batu >

11 Juni 2013

Cara Membuat Burung Murai Batu Jadi Gacor

 Cara Membuat Burung Murai Batu Jadi Gacor

Murai batu adalah salah satu burung kicau yang terkenal di daeerah daratan Eropa dan Juga Asia tentunya burung Murai Batu ini banyak sekali nama sebutannya atau juga di sebut Kucica Hitam, untuk di indonesia sendiri burung ini banyak di jumpai di pulau Sumatra Jawa dan Kalimantan.

Burung ini banyak sekali di cari oleh para pecinta kicau burung untuk di jadiakan burung andalannya untuk di perlombaan-perlombaan Murai Batu tentunya, untuk membuat burung murai batu jadi juara tentunya tidak semudah yang kita bayangkan perlu cara-cara untuk membuat burung memiliki sauara yang bagus, berikut ini beberapa cara agar burung Murai Batu bisa cepat gacor :


ciri murai batu,murai batu,Cara Membuat Burung Murai Batu Jadi Gacor
  1. Pukul 07.00 pagi, sebelum burung dimandikan, angin-anginkan burung terlebih dahulu.
  2. Setiap hari bersihkan kandang, ganti atau tambahkan makanan dan minuman.
  3. Berikan Jangkrik 2-4 ekor pada cepuk EF (mangkuk),  jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  4. Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam setiap hari, mulai pukul 08.00-11.00 WIB. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  5. Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit.
  6. Siang hari sampai sore sekitar pukul jam 10.00-15.00 WIB, burung dapat diperdengarkan suara master atau burung-burung master.
  7. Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali di teras, boleh dimandikan lagi bila perlu.
  8. Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  9. Jam 18.00 burung dapat kembali di perdengarkan suara master burung selama waktu istirahat sampai pagi hari.
BACA SELENGKAPNYA...»Â»Cara Membuat Burung Murai Batu Jadi Gacor >

Murai Batu Mahkota Raja

 
Murai Batu Mahkota Raja

Sebagian besar burung murai batu (MB) yang dipelihara dan dilombakan di Indonesia berasal dari spesies yang sama, Copsychus malabaricus, meski terkadang dengan subspesies berbeda. Misalnya MB Aceh / Medan (C.m. tricolor), MB ekor hitam (C.m. melanurus), dan MB Borneo (C.m. suavis). Di wilayah utara Kalimantan, tepatnya Sabah dan sekitarnya, juga ada subspesies lagi yaitu Copsychus malabaricus stricklandii. Sebagian kicaumania Malaysia juga menyebutnya sebagai murai Borneo, meski ada juga yang menyebutnya murai batu Sabah, MB kepala putih, atau chai. Performanya tidak kalah garang dari murai batu di Indonesia.

MB KEPALA PUTIH (DARI ARAH DEPAN
MB KEPALA PUTIH (DARI ARAH DEPAN

MB KEPALA PUTIH (ARAH BELAKANG)
MB KEPALA PUTIH (ARAH BELAKANG)
Murai batu kepala putih, atau white-crowned shama semula dikelompokkan sebagai spesies tersendiri dengan nama ilmiah Copsychus stricklandii, berdasarkan taksonomi yang dibuat CG Sibley dan BL Monroe dalam buku Distribusi dan Taksonomi Burung se-Dunia (Penerbit Yale University Press, New Haven, AS; 1990).

MB KEPALA PUTIH DI ALAM BEBAS

MB KEPALA PUTIH DI ALAM BEBAS

Bahkan disebutkan ada 2 subspecies dari Copsychus stricklandii, yaitu Copsychus stricklandii stricklandii dan Copsychus stricklandii barbouri. Tetapi pada tahun 2004, Collar menemukan bukti kalau MB kepala putih bukanlah spesies tersendiri, melainkan subspesies dari Copsychus malabaricus (white-rumped shama) dengan nama Copsychus malabaricus stricklandii. Nama inilah yang sekarang resmi dicatat dalam Taxomic Serial Number (TSN) dengan nomor 559433.

Secara umum, penampilan MB kepala putih hampir sama dengan murai batu Borneo. Ekornya sama-sama pendek. Selain itu, 2 pasang bulu ekor utama (terlihat lebih panjang dari 4 pasang bulu ekor lainnya) berwarna hitam. Sedangkan 4 pasang ekor lainnya putih dan tersembunyi di bagian dalam.

Perbedaan mencolok terlihat pada bagian mahkota, atau bagian atas kepala, yang berwarna putih. Sedangkan MB Borneo, juga MB lain dari Lampung, Binjai, Nias, Medan, dan Aceh tetap hitam. Artinya, dua pasang ekor utamanya (yang panjang) berwarna hitam, sedangkan 4 pasang ekor lainnya berwarna putih dan tersembunyi di balik ekor utama.

mb-kepala-putih2
Seperti dijelaskan, ketika masih dianggap sebagai spesies tersendiri, ada dua subspecies MB kepala putih, yaitu Copsychus stricklandii stricklandii dan Copsychus stricklandii barbouri. Tapi sekarang keduanya menjadi sub-subspesies, dengan nama ilmiah C.m. stricklandii stricklandii dan C.m. stricklandii barbouri.

Stricklandii memiliki ciri seperti diuraikan dalam penjelasan mengenai MP kepala putih. Khusus barbouri, ada tengara yang mudah dilihat, yaitu warna putih pada bagian perbatasan punggung dan bulu ekor. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut ini :

MB KEPALA PUTIH JENIS BARBOURI
MB KEPALA PUTIH JENIS BARBOURI

Performa suara keduanya sangat menarik, garang, bahkan sering diadu dengan murai batu Medan / Aceh, meski sekadar ditrek. Belakangan, mulai muncul usaha di Malaysia untuk menyilangkan antara white-crowned shama dan white-rumped shama, khususnya MB dari Aceh / Medan. Tujuannya untuk menghasilkan varian baru yang memiliki suara sebagus MB kepala putih, namun dengan ekor panjang sebagaimana MB Aceh / Medan.
BACA SELENGKAPNYA...»Â»Murai Batu Mahkota Raja >

Perawatan Murai Batu Remaja

Perawatan Murai Batu Remaja

Piyik murai batu yang telah mulai belajar makan sendiri sebaiknya dipelihara di dalam sangkar secara tersendiri. Piyik murai batu yang belajar makan sendiri memiliki aktivitas gerak yang banyak. Oleh karena itu, pemberian pakan pada anakan murai batu tersebut harus ditingkatkan, baik jumlah maupun mutunya demi perkembangan tubuh piyik murai batu tersebut. Pakan yang diberikan harus mengandung banyak karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Pakan alami berupa kroto, ulat bumbung, dan jangkrik harus tersedia sepanjang waktu. Air minum yang sehat dan matang harus selalu tersedia serta diberi vitamin untuk pertumbuhan dan menambah nafsu makan bagi piyik murai batu.

Memasuki umur tiga bulan, murai batu muda telah memiliki bulu lengkap, berwarna mengkilap, dan ekornya mulai panjang. Untuk menjaga pertumbuhan badan yang bagus, murai batu muda harus diberi makan yang cukup dan mengandung protein tinggi. Kekurangan kandungan zat gizi pada makanan akan mempengaruhi pertumbuhan murai batu sehingga kelihatan kerdil (kecil).

Anakan murai batu yang telah berumur enam bulan telah memasuki masa remaja. Murai batu yang telah remaja tersebut biasanya sudah mulai menampakkan kicauan yang merdu (walaupun suaranya masih kecil) dan ekornya sudah tampak panjang. Dengan bertambahnya umur, suara kicauan anakan murai batu tersebut akan bertambah keras dan ekornya bertambah panjang.

Murai batu remaja yang telah menginjak masa dewasa tetap perlu diberi makanan yang memiliki komposisi karbohidrat, protein, dan mineral yang tinggi. Pemberian makanan buatan hanya sebagai tambahan bila pakan alami sedang sulit didapatkan. Namun, pakan alami untuk murai batu harus tetap tersedia walaupun hanya sejumlah sedikit. Hal ini untuk menjaga kualitas suara murai batu.

Pada umur sepuluh bulan, murai batu yang berkualitas baik biasanya telah menampakkan tanda-tanda birahi. Murai batu yang telah berumur 10 bulan sudah dapat diseleksi sebagai calon indukan untuk ditangkarkan atau dipelihara dalam sangkar secara individual untuk dijual kepada konsumen.

Murai batu yang akan dijadikan calon indukan untuk ditangkarkan sebaiknya yang memiliki suara istimewa (suara bagus) dan tetap dipelihara dalam sangkar. Murai batu yang dipilih sebagai calon indukan tersebut segera dijodohkan agar menginjak umur satu tahun telah siap untuk kawin dan bertelur.
BACA SELENGKAPNYA...»Â»Perawatan Murai Batu Remaja >

Memaster Murai Batu Sesuai Karakter Aslinya

 Memaster Murai Batu Sesuai Karakter Aslinya

Di alamnya, MB memang dikenal sebagai salah satu burung yang pandai menirukan suara dari burung lain dan bahkan mampu menyanyikannya dengan lebih indah dan merdu. Sebagian besar hobbies MB akan merasa senang dan bangga jika MB peliharaannya memiliki variasi  yang sangat dahsyat. Selain dapat mempengaruhi kriteria penilaian dalam lomba, kemampuan dalam kicauan ini juga dapat meningkatkan nilai jual dari MB tersebut.

Makanya wajar jika banyak hobbies yang tertarik dengan MB yang memiliki koleksi kicauan dahsyat.
Secara umum, MB adalah burung berkicau sejati, artinya jarang sekali kita menjumpai MB yang tidak mau berkicau.

Jenis dan karakter kicauan MB sendiri juga bisa bermacam-macam, diantaranya :

1. MB yang dominan ngeroll.
2. MB yang dominan nembak
3. MB yang mengkombinasikan antara ngeroll dan nembak

Jika kita dapat menilai karakter atau tipikal dari kicauan MB yang kita miliki, maka akan mudah bagi kita dalam memaster MB tersebut.

Ada sedikit korelasi antara jenis dan tingkat ketebalan paruh dengan karakter kicauan dari MB, tapi perlu diingat, ini baru sebatas hipotesis.

MB dengan paruh pendek dan tipis lebih berkarakter ngeroll, sedangkan MB dengan paruh panjang lebih berkarakter nembak.

Jika kita sudah dapat memahami karakter kicauan MB kita, maka untuk memaster MB tersebut dibutuhkan penyesuaian jenis suara master agar MB dapat memaster suara masterannya dengan baik.

Intinya, MB akan lebih mudah dimaster jika kita dapat menyesuaikan jenis suara master dengan karakter kicauannya.

Contoh kecil, jika kita memiliki MB dengan karakter ngeroll, maka burung atau suara kenari yang juga berkarakter ngeroll akan mudah dimaster ke MB.

Demikian juga sebaliknya, jika MBnya berkarakter nembak, maka suara kenari akan sulit dimaster ke MB tersebut.

Makanya jangan heran jika MB kita sudah lama ditempel dengan kenari, tapi suara kenarinya tidak masuk ke MB, malah suara lain yang lebih cepat masuk ke MB tersebut.

Sekali lagi, pahami karakter kicauan MB kita, sehingga akan memudahkan kita dalam memasternya.
BACA SELENGKAPNYA...»Â»Memaster Murai Batu Sesuai Karakter Aslinya >

Sekilas Tentang Murai Batu Borneo

Sekilas Tentang Murai Batu Borneo

Murai Batu yang dalam literatur ilmiah dinamai copsychus malabaricus dan oleh orang Eropa biasa disebut white rumped shama secara global penyebarannya sangat luas, mulai dari India, China Barat Daya, Asia Tenggara, Semenanjung Malaysia hingga Sunda Besar. Di Indonesia burung yg termasuk dalam rumpun Turdidae ini banyak sekali jenisnya yang di kalangan hobbiest dibedakan berdasar daerah asal habitatnya.

Murai Batu Borneo adalah salah satu jenis yang dikenal di Indonesia selain Murai Batu Sumatera dan Murai Batu Jawa (Larwo). Murai Batu Borneo adalah sebutan kicau mania terhadap spisies murai batu yang berasal dari Pulau Kalimantan. Seperti Murai Batu Sumatera, Murai Batu Borneo juga banyak jenisnya. Walau pun banyak jenisnya tetapi secara umum dikenal tiga jenis Murai Batu Borneo yaitu Murai Batu Palangka, Murai Batu Banjar & Murai Batu Mahkota (Kepala Putih). Karakteristik Murai Batu Borneo yang sangat mudah dikenali adalah gayanya yang khas pada saat tarung, yaitu dada membusung dengan bulu dada yang mengembang, kepala yang menengadah ke atas lalu membungkuk ke bawah yang kadang dengan gerakan cepat tetapi juga kadang-kadang bergerak lambat.

Daerah Sebaran Murai Batu Borneo
Secara garis besar daerah sebaran Murai Batu Borneo adalah seperti gambar berikut.




Murai Batu Palangka yang oleh kicau mania di Kalimantan sering juga disebut Murai Kalteng habitatnya tersebar di wilayah Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat.

Murai Batu Banjar dapat ditemui di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Murai Batu Mahkota (white crowned shama) tersebar dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan bagian Utara (Malaysia).


Typical Murai Batu Borneo

1. Murai Batu Palangka



Murai Batu Palangka secara fisik identik dengan Murai Batu Lampung. Mungkin akibat kemiripan secara fisik itulah, murai batu jenis ini pernah ditangkap secara besar-besaran untuk dikirim ke Pulau Jawa dan Lampung. Sebenarnya murai batu jenis ini jika dilihat secara fisik banyak juga ragamnya, baik gradasi warna bulu, warna kaki & panjang ekornya.
Secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut :
Body : Sedang dengan bentuk agak memanjang.
Panjang Ekor : 15 sampai 18 cm.
Warna Bulu Dada : Coklat hingga Coklat Tua.
Warna Kaki : Hitam Pekat, Coklat Kehitaman (warna tanduk), Coklat Kemerahan & Putih Kekuningan.
Gaya Tarung : Seperti Typical Murai Batu Borneo jenis lainnya, Murai Palangka juga akan mengembangkan bulu dadanya pada saat tarung. Tetapi tidak seperti Murai Batu Banjar, murai batu jenis ini hanya mengembangkan bulu dada bagian perut sampai batas dada (sedikit di bagian dada).
Murai Batu Palangka Koleksi Teman


2. Murai Batu Banjar



Murai Batu Banjar inilah yang biasa dicari hobbiest untuk dilombakan, karena sifat fighter-nya yang sangat tinggi. Sama halnya dengan Murai Batu Palangka, sebenarnya Murai Batu Banjar yang oleh warga setempat biasa disebut "Tinjau Karang" ini juga banyak jenisnya. Warna bulu dada, warna kaki & panjang ekor berbeda-beda antara satu habitat dengan habitat yang lain. Secara umum perbedaan murai batu banjar dengan murai batu palangka adalah warna bulu dadanya cenderung lebih cerah dan ekor yang lebih pendek dari Murai Batu Palangka. Panjang ekor murai jenis ini rata-rata antara 10 sampai 13 cm dan ada murai batu banjar dari daerah tertentu yang memiliki ekor rata-rata 15 cm.

Secara garis besar typical murai batu banjar dapat digambarkan sebagai berikut :
Body : Kecil, Sedang sampai Besar
Panjang Ekor : 10 sampai 15 cm.
Warna Bulu Dada : Coklat hingga Coklat Terang
Warna Kaki : Hitam Pekat, Coklat Kehitaman (warna tanduk), Coklat Kemerahan & Putih Kekuningan.
Gaya Tarung : Pada saat tarung murai ini akan mengebangkan semua bulu dada warna coklatnya hingga ke batas leher, sehingga sepintas terlihat menyerupai bola tennis.

3. Murai Batu Mahkota



Murai Batu Mahkota (Kepala Putih) yang habitatnya mulai Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara (Malaysia) ini sebenarnya sangat mirip dengan murai batu banjar. Kecuali celeret putih pada kepalanya secara keseluruhan murai batu ini identik dengan murai batu banjar, baik postur tubuh, warna dada, gaya tarung hingga sifat fighternya yang tinggi.

Gambaran umum murai batu mahkota sebagai berikut :
Body : Kecil, Sedang.
Panjang Ekor : 10 sampai 13 cm.
Warna Bulu Dada : Coklat hingga Coklat Terang
Warna Kaki : Hitam Pekat, Coklat Kehitaman (warna tanduk) & Coklat Kemerahan.
Gaya Tarung : Seperti murai batu banjar, pada saat tarung murai ini juga mengebangkan semua bulu dada warna coklatnya hingga ke batas leher hingga membentuk bulatan.

Koleksi kancil 650
Tawau - Sabah - Malaysia




Koleksi
mahdi dzaqi
Pontianak - Kalimantan Barat











Murai Batu Banjar Si Raja Kontes ?
Saya sering membaca tulisan yang menyebut bahwa "Murai Batu Banjar adalah murai borneo yang sering merajai kontes-kontes kelas murai borneo di Kalimantan". Benarkah demikian? Untuk sementara saya tidak menolak pendapat tersebut. Sejauh lomba-lomba yang pernah saya ikuti khususnya di Kalsel, Kaltim & Kalteng memang demikian adanya. Bukan berarti murai borneo jenis lain tidak prospek, tetapi sejauh ini jawara yang sering moncer pada lomba di wilayah tersebut adalah dari jenis murai batu banjar.
Kalau melihat dari daya tarung, secara pribadi saya juga tertarik dengan murai batu mahkota (kepala putih). Dari yang pernah saya rawat dan pantauan terhadap murai batu mahkota milik teman, jenis ini memiliki daya tempur yang sangat tinggi dan kerjanya ngedur.

Si Pitung (salah satu MB Borneo terbaik Kaltim)
Koleksi edy_u2007
Bontang - Kalimantan Timur
Jenis : MB Banjar




Tips Memilih Murai Batu Borneo

Warna bulu dada
Pilih warna bulu dada yang coklat muda, lebih terang/muda lebih baik. Kalau ada yang supak (agak keputihan tetapi bukan blorok) lebih baik lagi. Murai batu borneo dengan warna-warna bulu dada seperti tersebut rata-rata memiliki sifat fighter yang tinggi dan kerjanya ngedur.

Warna kaki
Dari variasi warna kaki murai batu borneo yang pernah saya temui, skala prioritas memilih murai batu borneo melihat dari warna kaki adalah :
(1) Coklat Kehitaman (warna tanduk),
(2) Hitam Pekat,
(3) Coklat Kemerahan
(4) Jangan Pilih yang Putih Kekuningan, karena selain belum pernah melih yang jenis ini moncer di kontes, saya juga pernah merawatnya dan hasilnya menurut saya sangat mengecewakan. Mental serta daya tarungnya kurang serta terlalu lambat untuk jadi.

Panjang ekor
Pilih ekor yang agak pendek, dari 13 s.d. 10 cm

Bentuk kepala
Utamakan memilih kepala yang berbentuk papak

Mata
Pilihlah yang memiliki tatapan tajam dan mata tidak terlihat sayu.

Bukaan paruh

Pada saat berkicau perhatikan intensitas bukaan paruhnya. Pilih yang bukaannya lebar, biasanya saat tarung akan mengeluarkan tembakan dengan full power.

Bentuk leher
Carilah yang mempunyai leher yang agak besar, ini biasanya menunjukkan besarnya volume suara yang dapat dikeluarkan.

Selain hal-hal tersebut di atas, secara umum pemilihan murai borneo berbakat sama dengan ulasan-ulasan pada thread yang membahas permasalahan cara memilih murai batu berbakat.

Karakter suara murai batu borneo
Karakter suara murai batu borneo adalah ngebass dan monoton? Ini tidak benar. Dengan perawatan yang benar, pemilihan masteran tepat & proses mastering yang intensif, murai borneo akan memiliki suara/lagu yang berkualitas.
Karena kebanyakan murai borneo bertype nembak-nembak, pilih masteran utama dengan type nembak seperti cililin, LB, pelatuk, belibis, dll.

Murai Borneo Supak

Karena sulit menemukan istilah yang tepat, saya pinjam nama warna supak (yang saya yakin beda dengan supaknya MB Sumatera) untuk menyebut murai borneo yang warna bulu dadanya sangat muda dan agak keputih-putihan tetapi bukan blorok. Murai borneo dengan warna ini memiliki mental yang luar biasa. Saya pernah merawat serta melombakannya pada umur belum 1 tahun dan moncer ke-3 (sayang umurnya tdk panjang). Murai borneo seperti ini sekarang memang sangat sulit ditemukan, tetapi masih ada. Sebenarnya warna seperti ini bukan kelainan dan memang ada jenisnya. Di wilayah hutan tertentu di pegunungan meratus memang memiliki murai batu dengan warna seperti ini. Hampir semua murai batu dari daerah tersebut baik jantan atau betina memiliki warna bulu dada sangat muda dan berkaki hitam.

Pola Ekor Murai Batu Borneo

Pola ekor MB Borneo adalah terdiri dari 6 pasang (12 helai) bulu, dengan 2 pasang bulu hitam dan 4 pasang bulu putih (bulu penyangga).
Bulu ekor putih MB Borneo sendiri banyak polanya, yaitu :

1. Bulu ekor putih polos semua dg semburat hitam pada bagian ujungnya.

2. Bulu ekor putih dg 3 pasang polos dan sepasang (ekor putih terpanjang) berwarna separuh hitam.

3. Empat pasang bulu ekor putih berwarna hitam pada pangkal bulunya.

4. Ekornya berwarna hitam semua.




Sementara itu sharing yang bisa saya sampaikan dan mohon koreksi kalau salah serta harap ditambahkan kalau ada kekurangan. Khususnya rekan KMers Kalimantan serta Owners Murai Batu Borneo umumnya.
BACA SELENGKAPNYA...»Â»Sekilas Tentang Murai Batu Borneo >
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...