13 Februari 2013

Menjinakkan Murai Batu Liar

 Menjinakkan Murai Batu Liar

Banyak sekali kicau mania yang menanyakan bagaimana menjinakkan burung murai batu bakalan hasil tangkapan hutan yang muda hutan atau sudah tua sekalipun untuk di jinakkan agar tidak takut dengan orang yang ada disekitarnya dan akhirnya mau berbunyi.

Burung bakalan yang sudah berumur dewasa bahkan menginjak tua saat kita baru mendapatkannya entah itu dari membeli di pasar burung atau dari menangkap sendiri di hutan, seringnya tingkah lakunya liar dan kalau didekati sangat merasa ketakutan sehingga terbang kesana kemari di dalam sangkar. Tidak jarang pada bagian kepala burung menjadi "jontor" terluka sehingga mengeluarkan darah akibatnya sedah bisa di tebak burung menjadi stress bahkan tidak jarang karena tidak mau makan bisa menemui ajalnya. 

Hal yang demikian tentunya tidak kita inginkan. jika anda mengalami hal seperti ini saat baru pertama kali memelihara burung Murai Batu kesayangan jangan panik dan putus asa. Ada banyak cara sebenarnya agar burung yang liar itu setidak-tidaknya mau jinak sehingga diharapkan berbunyi saat di didekati oleh kita, bukannya tambah stress, baik burungnya atau kita sendiri.

1. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah letakkan burung pada posisi yang jauh dari burung lain atau lalu lalang orang. Beri waktu agar burung lebih mengenal lingkungan barunya, yang tentunya berbeda dengan lingkungan saat di hutan dulu. Sambil Burung di beri makan Kroto, makanan favorite nya di lingkungan barunya. Jangan sekali kali burung di mandikan atau di beri makan jangkrik. Cukup kroto saja. " Full kroto per day. Bila burung sudah mulai mau makan lanjutkan ke langkah kedua.

2. Minggu ke dua tambahkan pakan voer dan jangkrik pagi 5 ekor sore 5 ekor. Minuman setiap hari di ganti. Besar kemungkinan Voer nya tidak akan dimakan, namun tidak mengapa berikan saja. Dan jangan lupa setiap 3 hari sekali voer harus di ganti dengan yang baru. Pilihlah kalau bisa voer yang khusus untuk burung Murai Batu. Posisi kandang tetap jangan di rubah-rubah. Burung tidak perlu dulu di jemur cukup letakkan di tempat yang sejuk dengan sirkulasi udara yang segar. Agar burung merasa lebih kerasan di habitatnya yang baru dan mengurangi rasa stressnya.

3. Minggu ke tiga burung sudah mulai di gantung di tempat orang sering lalu lalang. Tempat yang ideal sebenarnya di Pasar. Tetapi kalau di rumah tempatkan di emperan rumah yang sering kita berkumpul dengan keluarga, yang penting di tempat yang menurut kita paling ramai di salah satu ruang rumah kita. jangan lupa pakan kroto, jangkrik , voer dan minumnya harus selalu tersedia. Untuk menambah selingan makanan agar burung lebih rakus makannya. Jangan takut burung akan kegemukan, yang utama burung kita bikin hatinya senang dulu.

4. Minggu ke empat burung sudah bisa di mandikan. Tempat mandi yang terbaik adalah karamba. Pelan-pelan pindahkan burung dari sangkarnya agar burung mau masuk ke karamba dengan sendirinya. Jika baru pertama kali burung masih curiga dan belum percaya dengan kita, sehingga sering mengalami kesulitan burung untuk masuk sendiri ke karamba. Lakukan dengan sabar agar burung tetap tenang. Jika masih kesulitan burung belum mau masuk juga kekaramba, buka pintu sangkar dan pintu karamba-nya kemudian tempelkan kedua pintu tersebut, bila pintu menutup sendiri tahan dengan kayu biar tetap terbuka. kemudian tinggal pergi sebentar. Saat kita kembali biasanya burung sudah masuk karamba. baru pintu karamba kita tutup dan sangkar kita angkat kemudian bersihkan. Biasanya bila burung sudang mau mandi sendiri, burung akan lebih jinak dan pelan-pelan kepercayaan yang telah dipupuk akan tumbuh dengan sendirinya antara burung dan kita sebagai perawatnya. Bila kita melakukan prosesi mandi setiap hari minimal satu kali per hari, burung akan lebih cepat jinaknya dari pada kalau mandinya sebulan sekali. Setelah mandi, burung di beri pakan kesukaannya.

5. Minggu ke lima burung sudah bisa di dekatkan dengan burung yang lain, namun jangan sekali-kali didekatkan dengan sesama Murai Batu. Akibatnya bisa fatal. Biasanya pada minggu kelima ini burung sudah mulai berani mengeluarkan suaranya kecil-kecil (ngeriwik). pada saat ini sangkar burung sudah bisa di gantung agak rendah. Diharapkan burung lebih terbiasa dan berani dengan manusia. Sekali-kali beri pakan burung dengan memasukkan tangan ke tempat pakan burung. Bila burung sudah tidak menabrak-nabrak sangkar berarti proses penjinakan awal untuk burung bakal kita sudah dianggap berhasil. Silahkan mencoba.
>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...